… Surat Dari Penjara …

 

 

 

 

 

Mak..selamat hari raya yah…tadi  ayumi sholat ied di masjid penjara, gaung azan buat ayumi terhempas….

ayumi  bagai debu..

Takbir tahmid..buat ayumi ingin menjerit..maaaaakkkk..

ayumi mau pulang…mak mana anak-anak ayumi…..???

makk…

Dalam sel angin semilir,dari pintu terali menghampir, perut bagai berkisar bergulir..

Lama ya mak..vonis ayumi 17 tahun..

Untuk harga diri…

Mak..

Sudah absahkah dosa ayumi  di depan Tuhan..

Harusnya suami ayumi yang di  liliti belati ususnya..

Tapi dia lari mak…

Ayumi kesal….!!!!

****************************************************************************************

Ayumi tidak pernah saat bekerja ingin pulang, ayumi tidak mau menyia-nyiakan waktu…

Ayumi ibu sekaligus kepala rumah tangga di keluarganya

Apalagi setelah suami ayumi di pecat otomatis semua beban kehidupan beralih  ke pundak ayumi…

Meski awal pernikahan ayumi melalui proses pemerkosaan ,namun ayumi mencintai anak-anak

Yang terlahir dari rahim ayumi…

Ayumi  ikhlas melakukan apa pun untuk kebahagiaan anak dan suaminya….

Siang itu udara sangat panas menyengat…

Seperti biasa ayumi masih berada di tempat ayumi mencari nafkah…

Entah karena apa tiba-tiba ada rasa yang kuat sekali

Seperti meminta ayumi untuk pulang…

*******************************************************************************************

Sesampai dirumah..

Suasana lengang..

Ayumi hanya melihat sepeda motor suaminya di garasi…

Sesampai di ruang tengah rumahnya ayumi melihat

Anak keduanya tengah di suapin bibik pengasuhnya…

“lho ibu..kok pulang..ada apa bu..???”

Pias wajah tari si bibik pengasuh..

Ayumi tersenyum sambil membelai rambut putra keduanya..

“gak tau nih bik,tiba-tiba pengen pulang,capek mungkin”

“tapi bu…ibu kembali saja ke kantor lagi bu…”

Gugup si bibik menarik lengan ayumi menjauh dari pintu kamar tidur ayumi…

“heii..!!! ada apa bik..aku mau pulang,mau istirahat,kenapa bibik larang aku masuk kamarku..!!’

Sergah ayumi gusar…

“maaf bu..maafkan saya…bukan maksud saya lancang kepada ibu..tapi saya mohon  ibu kembali saja ke kantor bu..”

“saya mohon bu…”

Dengan berlutut ayumi memohon, antara rasa takut, bersalah dan iba kepada ayumi.

“bi..katakan ada apa..?”

“bapak kemana…?”

Ayumi berusaha selembut mungkin bertanya, melihat ketegangan yang tercermin di wajah si bibik yang sangat setia dengan keluarganya..

Bahkan kadang sebagai tempat curahan hati ayumi…

“bapak..ehmmm..bapak..pergi bu..”

Tanpa berani menatap wajah ayumi bibik menjawab…

“pergi kemana bi…itu motor sama sepatunya ada di depan”

Penasaran ayumi meyakinkan apa yang disampaikan bibik…

“begini bu..bapak tadi…bapak…ehmmm..”

“bapak kenapa bik..?”

“ayolah katakan ada apa dengan bapak”

“bu..maafkan saya bapak tadi  pulang,membawa..ehmm..bu saya takut..

saya sudah diancam bapak…bu maafkan saya..”

dengan sangat ketakutan dan terbata bibik menyampaikan itu, sambil tanpa disadarinya

matanya sebentar-sebentar menatap pintu kamar ayumi yang tertutup rapat….

*****************************************************************************************

Tanpa pikir panjang ayumi melangkah  cepat menuju kamarnya..

“bik..bawa adek keluar ya..”

“iya bu…maafkan saya bu..”

“ya..pergilah..”

Tangan ayumi dingin..juga kaki ayumi…sedingin es seperti itulah saat kecemasan dari semua yang

Dibayangkan ayumi tentang kebusukan suaminya tergambar…

“Tuhan semoga tidak seperti yang ku bayangkan”

Sekilas ayumi berdoa….

Dengan satu gerakan keras di putarnya slot pintu kamar ayumi..

Namun pintu terkunci dari dalam…

Di ketuknya pintu….

Tok..tok..tok….

“siapa..??”

Terdengar suara rudi,suami ayumi dari dalam kamar….

Namun ayumi enggan menjawab….

Entah…naluri ayumi mengatakan ada sesuatu yang sedang melukai hatinya yang terjadi di dalam kamar miliknya…

“siapa itu..bik..ada apa bik..mengganggu saja..!!”

Merasa terganggu rudi keras menjawab….

Tokk…tokk..tokkk…tokkk….!!!!

Makin keras pula ayumi mengetuk pintu kamar itu…

Dubraaakkkkk…!!!!

Rudi dengan kasar membuka pintu itu….

Terkesiap darah ayumi….

Di depannya berdiri lelaki yang dulu memperkosanya..menjadikannya seorang istri

Dan menyiksanya dengan semua perselingkuhannya…

Berdiri dengan hanya mengenakan handuk kecil menutupi bagian bawah tubuhnya….

“dasar suami tidak tau diri..!!!’

Dengan sekali hentak ayumi membuka lebar pintu kamarnya..

Terbakar hati ayumi demi melihat seorang wanita tanpa busana berada diatas tempat tidur ayumi…..

“bangsattttt kaliannnn…!!!..beraninya kalian bermaksiat di kamarku..!!!”

“ binatangggg..kau rudi..!!!”

Dengan kalap ayumi pukuli rudi…

Ayumi tendang perut rudi,ayumi cakar muka rudi…

Kepedihan dan luka itu tersiram cuka…perihhhh sekali….

“Saat aku mencari makan buat kamu dan anak-anak, aku bersimbah peluh

kaki jadi kepala,kepala kujadikan kaki..

Anak-anak kececeran di rumah ..kamu.  belahan jiwaku , orang yang kusayangi..ku hormati

bermaksiat ria di kamarku …!!!!”

Terluka sekali harga diri ayumi …

“kau wanita jalang..!!! siapa kau beraninya bergumul dengan suamiku di kamarku..!!!”

Berang..teramat berang ayumi..

kemarahan ayumi memuncak

dipecahnya kaca rias di lemarinya di ambilnya pecahan kaca itu..

di sabetkannya berkali-kali ke tubuh rudi….

Rudi berusaha menghindar..dengan loncat keatas tempat tidur

“eh mbak jangan ngamuk-ngamuk sama aku yaa…

Suami mu yang ajak aku kemari, dia sudah lama selingkuh denganku, karena kamu tidak bisa memuaskan dia ditempat tidur..!!

Jangan salahkan aku..!!”

Masih berani heni si wanita simpanan rudi berkoar….

“apa yang kamu bilang pelacurrrrr…!!!”

Dengan gerakan cepat ayumi menarik rambut heni….

“hentikan ayumi…jangan sakiti heni, kamu yang salah dengan kejadian ini, kamu tidak pernah dirumah.

kerjamu hanya mencari uang di tempat tidurpun kamu tidak bisa puaskan aku..!!!”

ayumi semakin mendidih…

“matamu buta rudi..otakmu sudah pindah ke dengkul…’

“kamu kira hidup cuma cukup dengan bercinta..?”

“ketiga anakmu butuh makan dan pendidikan,kesehatan,sedang kamu hanya lontang lantun

Mabuk,main perempuan,bapak dan suami seperti apa kamu…!!!”

Keadaan sudah sangat memanas..sementara dua anak ayumi yang SMP dan SD

Sudah pulang kerumah..mereka menangis sejadi-jadinya melihat keributan di

Kamar orang tuanya….

Ayumi kalap…di terkamnya suaminya..

Namun rudi menghindar dan lari keluar kamar….

“jangan lari kau pecundanggg…!!!!”

Ayumi berusaha menghalangi rudi, namun kalah cepat

Rudi menutup pintu kamar itu…

“hehhh…mana mau suamimu dengar kata-katamu…dasar istri ga bisa ngurus laki..!!”

Heni dengan ketus mengumpati ayumi….

Bergejolak darah ayumi…

“wanita perusaak rumah tangga orang..!!!”

Dengan gerakan secepat kilat diraihnya rambut heni

Diseretnya turun dari atas tempat tidur ayumi…

Seperti kerasukan setan dibantailah heni..

“biadab kamu heni..kita sesama wanita tega kamu lakukan ini…!!!”

Dengan kekuatan yang dilandasi emosi..dibukanya pintu kamar, di tariknya heni

Heni berontak…

“toloooonggg…toloooonggg…!!!’

Teriak heni….

“diam kamu bedebahh..!!!”

Dengan kalap di ambilnya kursi makan dihadapan ayumi..

Brakkk..brakkk…brakkkk…!!!

Bertubi-tubi..dipukulkan

Ayuni kursi itu hingga patah sebelah kaki heni…..

Sebelah tangan ayumi masih memegang pecahan kaca…

Dengan tanpa ampun..di robeknya muka heni berkali-kali….

“rasakan ini heniii..rasakan sakitku..rasakan lukaku…!!!

Seperti orang gila ayumi mengayunkan pecahan kaca ke muka heni….

“ibuuu…ibuuu..hentikan ibuuu…”

“ibuuu…kalau ibu sayang kami,anak-anak ibu…hentikan..”

Dengan memeluk ibunya widuri memeluk ibunya dari belakang….

Widuri anak tertua ayumi yang saat itu sudah kelas tiga SMP..

Berusaha menghentikan amarah ibunya…..

Ayumi berhenti..

Tangannya sudah bersimbah darah….

Heni terkapar tak sadarkan diri..dengan kaki terpatah hingga tulangnya keluar…

“ibu..maafkan bibik bu..bibik tidak beritahu ibu selama ini apa yang sering bapak lakukan..”

Bibik menangis sambil bersimpuh di kaki ayumi..merasa sangat berdosa dengan apa yang terjadi…

Sambil memeluk ketiga anaknya ayumi menangis..meraung…..

“maafkan ibu anak-anak ku..maafkan ibuuu..”

Ayumi sudah tidak tau lagi mana yang harus disalahkan dan di benarkan…

*****************************************************************************************************

Dalam sekejab..

Rumah ayumi telah ramai orang…

Polisi berdatangan…

Rudi ternyata melarikan diri kerumah orang tuanya dan menceritakan yang terjadi

Orang tua rudi memanggil polisi..

“saudari ayumi, anda kami tangkap..saudari telah menganiaya seseorang..”

Ayumi diam..pasrah…..

Dihampirinya bibik…..

“bik..aku titip anak-anak..jaga mereka..”

“anggap mereka anak-anak bibik sendiri, ini rumahku, bibik berhak tinggal selamanya disini”

“iya bu..saya akan rawat dan jaga mereka..ibu jaga diri baik-baik”

“widuri, jaga adik-adikmu sayang..”

Dengan kepedihan tertahan ayumi ucapkan itu…dipeluknya ketiga anaknya……

Ayuji ditangkap dengan darah berceceran…

Anak-anak ayumi menyaksikan semua itu.

*********************************************************************************************

Ayumi masuk tahanan

Sembilan bulan dengan pemeriksaann dan introgasi yang aneh….

Tidak ada hak ayumi menjawab dan membela diri..

harga diri tidak meringankan hukuman…

Secuil hidup yg dicincang diatas pinggan, diperiksa sebagai tahanan tanpa status sukar diperhitungkan

Tdk mudah dikatakan

Apa sebenarnya arti kata; ‘periksa’

Dalam bui tak ada kamus indonesia.

Lalu  Apakah; kamus bisu??

Aku terkana pasal 351 jo 170..penganiayaan.

“ahhh aku juga sembilan belas tahun teraniaya suamiku lahir bathin..pasal berapakah itu..?”

Bathin ayumi protes….

..saat sidang akan dimulai tidak  ada pertanyaan…

“apakah saudari ayumi memiliki saksi yang meringankan..?”

Tidak!

Tidak ada pertanyaan itu..

Yang ayumi dengar hanya pertanyaan…

“ada berapa uangmu untuk  hakim dan jaksa ?”

“maaf pak jaksa,saya orang hukuman manalah saya punya uang”

Jawab ayumi bingung…

“wah….ya repot bu ayumi kalau ibu tidak ada uang, ya namanya pasrah bongkokan…

pasrah dengan semua keputusan hakim”

Jawab sang jaksa….

“maksud nya bu jaksa , apakah hukuman saya berat sekali, bu saya memiliki anak-anak yang masih kecil

yang seorang masih berusia tujuh bulan,apakah itu tidak meringankan…”

ayumi berusaha untuk memohon belas kasihan bu jaksa..

“bu lha ini yang ibu aniaya kakinya sampai patah, apa ibu juga gak kasian

sekarang Kalau ibu punya uang lebih banyak dari keluarga bu heni

ya kita bisa kasih setengah Dari vonis hakim”

Ringan sekali bu jaksa yang sesama wanita dan juga memiliki anak itu berujar….

“tapi bu jaksa..saya punya saksi bu…dia mengetahui sudah berapa kali

heni berbuat maksiat di kamar saya dengan suami saya”

ayumi tetap berusaha menjelaskan

bahwa ayumi tidak sepenuhnya bersalah…

“ya kan itu suamimu yang ngajak …kesaksian itu tidak akan meringankan bu”

Jawab bu jaksa….

Ayumi diam…

Terkunci bibirnya….dibekapnya mukanya sendiri..resah dan sakit sekali hatinya…

***********************************************************************************

Saat pulang dari pengadilan menuju kurungan penjara.

Ayumi lelah sekali….

Besok vonis hakim..besok agenda hari penentuan berapa tahun ayumi

Akan terkurung dan harus meninggalkan ke tiga buah hatinya….

“sudah pulang bu ayumi”

Sapa seorang sipir,sambil membuka gerbang portis ..gerbang utama penjara…

“sudah pak..”

“belum vonis bu..”

“belum pak, mudah-mudahan minggu depan vonisnya pak..”

Ayumi menjelaskan dengan lelah…

”..dikondisikan  bu , biar ringan hukumannya”…

Apa lagi ini???

Kondisi seperti apa ini..???

Malasss..sekali ayumi menjawab pertanyaan sang sipir.

“ah pak..dengan apa saya mau kondisikan kasus saya, dengan apa saya

Kasih uang jaksa dan hakim,sedang saya di penjara, siapa yang mau kasih uang”

Ayumi kembali menjawab berusaha sopan sebagai seorang nara pidana..

Siapa penipu??

Boleh jabat tangan satu persatu, tangan di borgol diikat di kaki meja

Jangan mendongkol, tak ada hak bicara!

Dan untuk apa bicara?

Semua percuma…ada uang baru hak bicara kebenaran itu ada….

********************************************************************************************

Menimbang…

Mengingat..

Memutuskan..

Terdakwa yang bernama ; ayumi

Dikenai pasal penganiayaan

Dengan inindi putuskan mendapat

hukuman kurungan tujuh belas tahun penjara

Di kurangi masa tahanan Sembilan bulan…

Cetok…cetok…cetok……!!!!

Godam palu  putusan hakim itu

Bagaimemecvahkan kepala dan jiwa ayumi…

Terbayang ketiga anak ya..terbayang rumahnya..

Terbayang wajah rudi..

Terbayang wajah-wajah keluarganya dan ibunda nya…

Hampa sudah hidup ayumi….

**********************************************************************************************

mak…

sudah ayumi lalui tahun-tahun di penjara..ayumi makin pintar cari muka….

Untuk buat nyaman hidup di bui…

Ayumi  bosan mak..

Ayumi mau pulang….

Mak..

Suami ayumi  sudah menikah lagi

Dia ceraikan ayumi…

Perceraian ghoib mak….

Rumah ayumi diambilnya…

Mak..ayumi nanti tinggal dimana kalau  sudah bebas,,?

..kerja apa….?

Mak..ayumi lupa bentuk dunia…

Apa jalan masih beraspal?

Apa mobil masih menderu?

Ahh..masih adakah becak mak??

Ahh mak…

Rinduk ayumi hanya hayal

Bagaimana tangan malam mengelus rambut ayumi, bagaimana hangat bibir malam

berbisik lembut menyapa nama ayumi, betapa yg diharap dapat ayumi genggam…

Mak..dimana anak’-anak ayumi…??

Benih hati ayumi , matahari ayumi, harapan ayumi…

Dimana??

akan ayumi cari sampai mati

ayumi  bongkar langit dan bumi..

“Anakku denyut jantungku, duniaku..

Bayi kutimang, besar kusayang..”

tidak mak mereka tidak hilang,mereka ada dalam hati…

Makk ayumi ingin pulang..

Mak ayumi  takut pulang

Mak..ayumi  resedivis..hinakah aku mak??

Hinakah seorang istri yang membela harga dirinya mak..?

Ahh..mak,…

Persetan kebenaran dan harapan..

Gila kalau mak percaya……

================================================================

karya : Titiek Flower Black

(cerpen karya sahabat gw..selamat membaca teman2…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s